Sabtu, 18 Oktober 2014

Untukmu Yang Terjaga

Maksut Baikpun Dihargai Dengan Kedustaan

Andai saja kau tau maksut hatiku melindungi dirimu hanya untuk menjaga kesempurnaanmu. Tak pernah terbesit asa melintang tentang janji-janji dulu. Kau memag tak percaya akan hal-hal yang tengah aku perbuat untuk menjagamu, karena kau tak akan mampu melihat niatannya karena memang di depanmu ada aku...
Coba kau bayangkan saja, jika kau ingin melihat cahaya bulan tetapi di depan matamu memandang ada sebuah dinding/ atap yang menutupi pandanganmu ke arah bulan itu, kau pasti tak akan pernah melihat keindahan bulan itu.
Begitu pula filosofimu terhadapku.
Kau melihat keburukanku/ kebaikan/ perhatian atau bahkan di setiap sujudmu ada aku, dan tak pernah terlintaspun wajahnya di matamu. Karena memang akulah yang menjadi payung hidupmu.
Aku ingin kau menemukan cinta yang lahir dari sanubarimu, bukan hanya karena do’a-do’a yang sepihak. Memang manusia diberi hak untuk mendo’a, tapi semua bersandar pada Yang Kuasa.
Sampai tulisan ini saya posting, seandainya kau memang menganggapku mencari kesempatan akan cinta, jujur aku akui memang iya, tapi semua itu terjawab oleh bergulirnya waktu, dan apapun yang terjadi nanti aku akan menerima. Keperkasaan-keperkasaan cinta bukan hanya dimunculkan dengan sebuah materi, tapi imajipun mengambil peranan akan itu.

Dan seandainya kebencianmu memang tak dapat terobati, do’akan aku agar tetap istiqomah dalam ibadah.

Jumat, 17 Oktober 2014

Untuk Cemburupun Aku Tak Punya Hak

Sepertinya Aku tak punya hak Lagi 
Untuk cemburu Kepada mu 
dan apalagi pendamping dirimu 
sepertinya tak cukup air mataku 
meratapi kepergian mu 
Kebohongan Mu Pedih didada ku 
Untuk Apa bunda kau lahirkan 
Diriku ini 
kalau hanya menanggung 
azab dan derita 
kepada mu bunda 
kubaringkan diriku ini 
kutumpahkan semua 
sisa air mataku