Jumat, 06 November 2009

Tugas Filsafat

Nama : Joko Wahono

Kelas : 1 D

Nim : 26.09.3.1.117


SEKULERISME

Sekulerisme dari kata secular ( Inggris ) yang berarti duniawi, fana , tidak abadi, tidak sacral. Istilah aslinya dari bahasa Latin Saeculum yang mempunyai arti dengan dua konotasi waktu dan lokasi menunjukkan pengertian dunia atau duniawi

Sekularisme diartikan sebagai pembebasan manusia pertama-tama dari agama dan kemudian dari metafisika yang mengatur nalar dan bahasanya, hal ini berarti terlepas dunia dari pengertian religius dan religius semu

Manusia adalah perkembangan kebebasan dan hasil dari sekularisasi adalah relativisme histories.

Prinsip-prinsip dasar sekularisme :

1) Untuk mencapai kemajuan dalam kehidupan manusia, dengan alat materi sebagai sarananya, sekularisme termasuk materialisme.

2) etika menurut sekularisme didasarkan kebenaran ilmiah, sehingga bebas nilai. Kebenaran yang bersifat sekuler tidak ada kaitannya dengan agama metafisik.

3) agama pandangan sekularisme merupakan suatu yang berdiri sendiri.

4) theology memberi interpretasi terhadap dunia yang tidak diketahui secara empiris.

5) prinsip toleransi; sekularisme mempunyai prinsip toleransi , mereka tidak segan-segan bekerja sama baik dengan teisme atau ateisme asal dapat membawa keuntungan.

6) prinsip-prinsip rasio dan kecerdasan sangat dijunjung tinggi oleh sekularisme dengan prinsip ilmu pengetahuan mampu mengajarkan aturan yang berkenaan dengan kebahagiaan, sebagaimana kedokteran, memberi kebahagiaan kesehatan.

7) ilmu independensi mutlak.

8) penelitian di bidang ilmu, etika dan bahkan keagamaan harus dilaksanakan dengan dengan murni sebagaimana penelitian yang lain, tidak boleh ada hukum yang melarang penelitian.

  1. sebagai wadah perkembangan sekulerisme adalah aliran meterialisme, humanisme dan kapitalisme.




KOMENTAR KU

  1. Dalam kehidupan sehari – hari

    Dari uraian di atas Sekuralisme dalam kehidupan sehari – hari.Sekularisme secara sederhana dapatlah diartikan sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan harus berdiri terpisah dari pemahaman suatu agama atau kepercayaan dan terlebih lagi menolak hegemoni suatu agama terutama yang mayoritas terhadap jalannya suatu domain kehidupan sosial yang bernama masyarakat dan negara. Sehingga dalam arti luhur sekularisme harusnya dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah kerangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu. Tetapi pada prakteknya ternyata sekuralisme dapat mengakibatkan rusaknya moral dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Dalam pendidikan

    sekulerisme emang membikin banyak keruwetan. baik dalam tatanan sosial, maupun tatanan tingkat keagamaan. lihat saja kondisi disekolah yang tidak memcerminkan nilai keislaman. pelajaran agama cuma 4 jam perminggu. pelajaran yang dikedepankan hanya pelajran science saja sedangkan agama itu nilai yang terbelakang. ditambah lagi tayangan televisi yang mengajak kepada dunia dugem, kemewah-mewahan, pergaulan bebas,kekerasan aantar pelajar, pacaran, LKMD (alias Lamaran Keri Meteng Disek) sudah dianggap biasa, mode pakai yang minim bikin mata terpejam tapi agak melek sedikit.itulah potret anak jaman sekarang karena tidak menerapkan sistem sosial islam, sistem pendidikan islam, dll.akbat yang terjadi adalah kerusakan yang merajalela. apakah ini hasil pendidikan pada saat ini?
    saat islam Islam memimpin dunia dengan menerapkan syariah dalam naungan khilafah ala minhaji nubuwah semuanya akan menjadi mulya karena ini bersumber sang pencipta (tuhan yang mengetahui seluk beluk arau hakikat jati diri manusia yang sebenarnya

  3. Kenegaraan

    Sekuralisme dalam tatanan kenegaraan sangat memberi dampak dalam pelaksanaan pemerintahan. Sebab, adanya sekuralisme ini peran ulama sebagai penasihat dalam pemerintahan sudah diabaikan, akibatnya negara yang mengusung sekuralisme ini pasti cenderung memikirkan penguasaan saja. Dalam arti hanya memikirkan kepentingan dunia tanpa melihat urusan akhirat atau pola hidup Hedenois.


  1. Antropologi

    Sekulerisme dalam pandangan antropologi menurut saya sama saja dengan ksasus yang lain.pasti berdampak negatif, saya pernah mendengar sebuah teori Sekulerisme, yaitu Teori Sekularisasi Klasik (TSK). Dengan cukup sederhana, teori ini mengukur tingkat sekular atau tidaknya sebuah masyarakat lewat sejauh mana mereka terpengaruh oleh modernisasi. Menurut teori ini, semakin mengalami modernisasi suatu masyarakat, akan semakin kompleks penataan hidup mereka. Dengan itu, mereka akan semakin rasional dan individual,

  2. Masalah ( Kasus)

    Jelaslah bahwa konsep negara demokrasi sekuler (termasuk negara otoriter/semidemokrasi sekuler) memiliki persepsi yang salah terhadap agama Islam. Para pengemban konsep tersebut tidak mau mengakui dan memahami bahwa Islam adalah sistem kehidupan yang peraturannya mencakup seluruh aspek kehidupan. Mereka memandang —dan memaksakan pandangan itu atas masyarakat kaum muslimin— Islam sama seperti agama yang lain, yakni sebatas agama ritual dan mengatur urusan akhirat
    Kaum muslimin tidak layak berfikir demikian. Karena, itu tidak sesuai dengan fakta hukum Islam itu sendiri. Bahkan untuk mengatasi seluruh persoalan hidup mereka, kaum muslimin diminta bertahkim kepada Islam. Mereka diharamkan bertahkim kepada yang lain. Allah SWT berfirman:

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS. An Nisaa 60).