Minggu, 04 April 2010

melepasmu


Izinkan aku menatapmu
melukiskan wajahmu
pada lembar kenanganku
yang sempat terhapus

Izinkan aku lambaikan tangan
sebagai salam perpisahan
meski aku tau
jemariku takkan mampu memelukmu
takkan pernah mampu merengkuhmu
Namun biarkanlah hari ini
cukup mengajariku ketabahan
aku rela melepasmu
aku rela berpisah darimu
karena kutahu cintamu
tak pernah berpihak padaku

Luka


Tiada hari memikirkanmu
Hati ini gundah tanpamu
Dan kau hanya mempermainkanku
Sesungguhnya aku cinta padamu
Tapi mengapa kau lakukan ini
Dan seolah kau hancurkan cintaku
Bahkan rela tangisi ini semua
Hanya karena kau mempermainkanku
Mengapa cinta ini begitu pahit
Bagaikanku merasakan pahitnya kopi
Akankan pahitnya hilang
Yang ku harap kau sadar

Betapaku merindukanmu
Dan betapaku menyayangimu

ketidak pastian

Aku masih terlalu dini
untuk menyelamimu
Hingga tiada kumengerti makna yang tersirat di sudut bibirmu

Aku tak ingin berandai
Lalu terjerembab
pada jurang yang menganga

Aku tak salah
Kau yang membuka celah itu hingga tanpa kusadari
aku menyibaknya
Mencoba membaca
Namun semua gelap
Yang ada hanyalah ketidakpastian
Terkurung dalam imajinas