Maksut Baikpun Dihargai Dengan Kedustaan
Andai saja kau tau maksut hatiku melindungi dirimu hanya
untuk menjaga kesempurnaanmu. Tak pernah terbesit asa melintang tentang
janji-janji dulu. Kau memag tak percaya akan hal-hal yang tengah aku perbuat
untuk menjagamu, karena kau tak akan mampu melihat niatannya karena memang di
depanmu ada aku...
Coba kau bayangkan saja, jika kau ingin melihat cahaya
bulan tetapi di depan matamu memandang ada sebuah dinding/ atap yang menutupi
pandanganmu ke arah bulan itu, kau pasti tak akan pernah melihat keindahan
bulan itu.
Begitu pula filosofimu terhadapku.
Kau melihat keburukanku/ kebaikan/ perhatian atau bahkan
di setiap sujudmu ada aku, dan tak pernah terlintaspun wajahnya di matamu. Karena
memang akulah yang menjadi payung hidupmu.
Aku ingin kau menemukan cinta yang lahir dari sanubarimu,
bukan hanya karena do’a-do’a yang sepihak. Memang manusia diberi hak untuk
mendo’a, tapi semua bersandar pada Yang Kuasa.
Sampai tulisan ini saya posting, seandainya kau memang
menganggapku mencari kesempatan akan cinta, jujur aku akui memang iya, tapi
semua itu terjawab oleh bergulirnya waktu, dan apapun yang terjadi nanti aku
akan menerima. Keperkasaan-keperkasaan cinta bukan hanya dimunculkan dengan
sebuah materi, tapi imajipun mengambil peranan akan itu.
Dan seandainya kebencianmu memang tak dapat terobati, do’akan
aku agar tetap istiqomah dalam ibadah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar