Keheningan malam ini berbisik erat tentang rasa
Kau bilang,
Aku bukan siapa-siapa
Tapi...
Mengapa kau selalu ada di setiap helai nafasku
Kelarutan malamku berkicau merdu
Kau bilang,
Aku hanyalah pecundang
Tapi...
Kau selalu hadir disetiap aku bedendang
Tak mungkin lagi aku berbicara itu
Bagiku, detak jantungku tak lagi berirama tentang itu
Keyakinan akan do’a nyaris terkabul
Akankah..... kubiarkan larut dalam naskahku??
Akupun tak tau,,
Keluguanku akan itu merendakan asa berkarung keraguan
Tapi . . .
Bukan lagi keraguan
Namun, itulah sepercik harapan terbungkus keminderan
Sragen, 6
Oktober 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar